1BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Setting Penelitian 1. Persiapan penelitian Dalam penelitian ini terdapat beberapa hal penting yang dilakuk
GerakanAyo Mondok atau yang saat ini bernama Gerakan Nasional Ayo Mondok sejatinya sudah diperkenalkan kepada beberapa pengurus RMI-NU dan PBNU dalam bentuk Soft launching pada Senin 15 Juni 2015 bertepatan dengan 14 Sya’ban 1436 H di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta dan juga disiarkan secara langsung dalam saluran TV9 Surabaya.
Subang NU Subang Online Gerak Cepat, KOIN NU Tambakdahan Kejar Target. MWC NU Kec. Tambakdahan kembali mengumpulkan warga Nahdliyin untuk percepat program KOIN NU. "Target harus tercapai. Kita bangun kantor sekretariat MWC NU untuk segala kebutuhan." Ungkap Ust. Muno, Ketua MWC NU Kec. Tambakdahan Sementara Ketua
Gerakan“Ayo Mondok!” sudah setahun lalu diresmikan PBNU. Tangal 13-15 Mei kemarin silatnas “Ayo Mondok!” juga sudah rampung digelar di Pasuruhan. Mom
Fullday di pesantren lebih bermakna daripada di sekolah, mending Kemdikbud ikut kampanye Ayo Mondok,” terang Guru di MTsN 34 Jakarta itu. Menurut Aris, Mendikbud harusnya lebih fokus pada pengembangan kurikulum dan pemerataan kompetensi guru, sehingga pelayanan standar pendidikan nasional dapat dirasakan seluruh pelosok negeri.
tHWI. Jakarta - Gelar 'Gus Lora' yang disematkan kepada Hotman Paris menuai kontroversi. Sebelumnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj memang memberi nama 'Gus Lora' kepada Hotman Paris. Rupanya penamaan 'Gus Hotman' juga mengundang komentar dari Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama PBNU, KH Abdul Manan Ghani. Bagi Abdul Manan, Gus yang disematkan kepada Hotman Paris tersebut adalah guyonan. Memang di kalangan orang NU sebutan Gus adalah hal yang biasa. "Biasa kiai NU itu kalau berbicara suka banyak canda-candanya, guyonan. Ketika siapa yang datang panggil aja dengan nama Gus," kata Abdul Manan di Kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa 10/9/2019. "Bukan sesungguhnya Gus anak kiai. Kan panggilan kehormatan, panggilan baik toh. Siapa saja bisa," tambahnya. Lanjut Abdul Manan Ghani, penyematan nama Gus juga identik orang berdarah Jawa Timur. Sementara itu, Lora sendiri adalah sebutan khas orang berdarah Madura. "Lora itu dari Madura, kalau Cirebon biasanya dipanggil Kang, jangan salah, orang dipanggil Gus biasa. Gus itu kan tradisi. Saya sering dipanggil Kang oleh orang lain," kata Abdul Manan disinggung penyematan nama Gus apakah cocok untuk Hotman, Abdul Manan menyebut Hotman dipanggil Bang yang dianggapnya sesuai nama kehormatan orang berdarah Batak. "Nggak pantas juga kalau orang Batak dipanggil Gus, pantas nggak? Pantasnya 'Bang' lah. Beliau kan marganya Hutapea, kalau Batak dipanggil Kang cocok nggak? Nggak, bukan kulturnya intinya panggilan," pungkasnya. Simak Video "Razman Merasa Dikriminalisasi di Kasus Lawan Hotman Paris" [GambasVideo 20detik] kmb/mau
Semarang, NU Online Pengurus Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiah PP-RMI NU menyelenggarakan Silaturahim dan Konsolidasi Gerakan Nasional Ayo Mondok pada Rabu 4/3 bertempat di Villa Pondok Kopi, Umbul Sidomukti, Kabupaten Semarang, JawaTengah. Acara yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Pusat RMI PP-RMI, Pengurus Pusat Gerakan Nasional Ayo Mondok, dan utusan beberapa perwakilan Pengurus Wilayah PW-RMI dari Jawa membahas tentang evaluasi program dan strategi Gerakan Ayo Mondok GAM ke depan. Menurut Ketua Umum PP RMINU KH. Abdul Ghafarrozin atau yang lebih akrab disapa Gus Rozin, GAM sejak awal diarahkan sebagai upaya promosi pesantren kepada masyarakat kelas menengah ke atas agar memperluas masyarakat santri. Di samping tentu saja menjadi media komunikasi bagi pesantren kebanyakan. Oleh karena itu harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat sekarang tentang pondok pesantren. "Dalam survey yang dilakukan PP RMINU, ada pergeseran di tengah masyarakat tentang Pesantren. Wali santri kelas menengah ke atas jarang yang bertanya tentang kitab apa yang dikaji di pesantren," ungkapnya. Kelompok ini lanjutnya, lebih sering mengukur pesantren yang cocok untuk anak-anaknya dari mulai dari segi sarana, kebersihan, kesehatan, dan ihwal lain yang itu belum menjadi perhatian GAM selama ini. Ketua Gerakan Ayo Mondok, KH Lukman Haris Dimyati juga mengungkapkan, terkait pergeseran definisi di masyarakat, seperti tidak samanya pemahaman wali santri dan pesantren tentang mana yang kategori kekerasan dan mana yang kategori mendidik. GAM juga harus memberikan sosialisai, pendampingan, dan advokasi ke pesantren agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari. "Mungkin harus dibentuk sistem yang mengikat antara pondok pesantren dan wali santri, sehingga kejadian yang tidak diinginkan seperti komplain wali santri terhadap cara didik pengasuh ke anaknya yang dianggap kekerasan, tidak terjadi lagi," ungkapnya. Demi tercapainya tujuan-tujuan terebut, Gus Rozin juga mengingatkan bahwa GAM dan RMI harus bersinergi dengan baik sehingga niatan kita untuk memajukan pesantren dapat saling menguatkan. "Karena ada beberapa hal tidak bisa didekati secara struktural RMI, namun bisa dengan kultural GAM," terang Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati ini. Sebelum Muktamar Makassar RMI itu Banom di NU. Setelahnya RMI menjadi lembaga sehingga ada beberapa keterbatasan dalam organisasi RMI di pusat dan daerah, padahal justru persoalan pesantren dewasa ini lebih kompleks, sehingga perlu langkah terobosan untuk untuk memecah kebuntuan ini, GAM bisa menjadi solusi karena sifatnya yang horisontal. "GAM harus mengambil peran promotif dan pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat pesantren. Biar hal-hal yang bersifat prinsipil dan substantif menjadi tugas RMINU," tegasnya. Harapannya hasil dari konsolidasi kali ini bisa menjadi bekal untuk kepengurusan yang selanjutnya. Silaturahim dan konsolidasi membahas evaluasi program, struktur, dan perencanaan program strategis GAM. Kontributor Mukhamad Zulfa Editor Abdul Muiz
Jakarta, NU Online Rabithah Ma’ahid Islamiyah RMI Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang merupakan Asosisasi Pesantren NU meluncurkan logo Hari Santri 2020. Ketua Umum RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, tahun ini pihaknya meluncurkan logo yang menggambarkan kondisi pandemi Covid-19 ditandai dengan gambar dua orang santri mengenakan masker. “Tahun ini, bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa. Khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19,” kata Gus Rozin melalui keterangan tertulis, Kamis 17/9. “Sampai saat ini, pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster. Kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir,” sambung Gus Rozin, sapaan akrabnya. Sehingga dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, RMI PBNU sengaja mengambil tema "Santri Sehat Indonesia Kuat" dengan logo “Ayo Mondok Pakai Masker”, sebagai spirit untuk selalu menjaga kesehatan. “Semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan pesantren sehat maka Indonesia akan kuat,” jelasnya. Lebih lanjut, Gus Rozin mengimbau kepada keluarga besar pesantren dan para santri di Indonesia untuk senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren. Selain itu, semua warga pesantren harus terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19. “Supaya visi-misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang,” harapnya. RMI PBNU juga mengajak para santri dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat mensosialisasikan logo Hari Santri 2020 untuk menandai peringatan yang saat ini memasuki tahun ke-6 sejak sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 lalu. Sumber NU Online Editor Abdullah Alawi
JAKARTA - Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama RMI-NU meluncurkan program Gerakan Nasional Ayo Mondok. Bertempat di Gedung PBNU Salemba, program Ayo Mondok diresmikan. Program tersebut awalnya merupakan moto dari Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Sirodj. “Gearakan Ayo Mondok ini merupakan ection dari moto saya waktu di Makasar. Dengan kembali ke pesantren artinya kembali pada nilai-nilai akhlaq, mempelajari ilmu agama lebih dalam,” ujar Sirodj saat ditemui Republika di Kantor PBNU, Senin 1/6. Dalam pandangannya, melalui pesatrenlah manusia akan menemukan dan mengawal pikirannya untuk berpikir secara moderat, berpikir tentang apapun, tentang semua aspek baik agama, sosial, kultur dan budaya. Melalui pesantrenlah, Sirodj percaya akan tumbuh generasi-generasi yang mampu bersaing dengan dunia tanpa goyah, akan muncul genertasi islam moderat. Menurut dia, meraih pendidikan di pesantren, bukan sekadar transfer ilmu. Pesantren merupakan proses membina generasi menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa, baik secara intelektual, sosial, maupun spiritual. “Pesantren, merupakan lembaga pendidikan yang mampu membangun generasi berkarakter,” kata Sirodj menjelaskan. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Ayo Mondok menjadi gerakan yang digalakkan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah RMI. Ayo Mondok, Untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk memondokkan anaknya ke Pesantren sendiri, adalah tulang punggung punggung keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama NU. NU menjadi besar karena dilahirkan dari rahim pesantren yang telah lama menjadi lembaga pendidikan di dan gagasan untuk melakukan gerakan Ayo Mondok telah lama muncul di RMI Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, isu itu meredup. Di berbagai wilayah isu-dan gagasan ini juga tumbuh namun, hanya sekadar dalam obrolan antarsantri, kiai dan pun disambut oleh RMI Jateng dengan membuat kartun Ayo- Mondok Pesantrenku Keren. Tak hanya berhenti dalam pembuatan karikatur, rapat program “Gerakan Nasional Ayo Mondok”, Senin, 4/5 di kantor TV9 Surabaya menajamkan; bahwa “Gerakan Nasional Ayo Mondok” merupakan sebuah gerakan kampanye kepada publik akan pentingnya pendidikan pesantren melalui media massa maupun media kecil yang terdiri dari pengurus pusat RMI, RMI Jateng dan Jatim, dan pihak TV9 menyepakati memakai logo usulan RMI Jateng, dan peluncuran “Gerakan Nasional Ayo Mondok” secara serentak pada 1 Juni 2015 di kantor PBNU Setara”Kami meminta seluruh komunitas santri NU pada tanggal tersebut untuk memasang logo di semua medsos yang dimiliki sekurang- kurangnya dua hari. Dan menyiapkan data pesantren yang diunggulkan untuk diunggah di website masing-masing sebagai informasi,” tutur Ketua RMI Jateng KH Abdul Ghaffar Rozien yang akrab disapa dengan Gus Rozien, saat silaturahmi dengan Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Amir Machmud NS, di kantor Jalan Raya Kaligawe KM 5, Rabu 27/5.Dikatakan, gerakan AyoMondok dilakukan untuk menyosialisasikan pesantren pada masyarakat umum terutama masyarakat kelas menengah tanpa mengurangi rasa keinginan untuk ditempati kalangan tertentu. Karena di pesantren semua diberlakukan setara. Serta meyakinkan bahwa pesantren kompatibel dengan perkembangan dan oleh karenanya layak untuk dijadikan pilihan.”Di Jawa Tengah ada pesantren, tetapi belum selesai divalidasi ulang. Gerakan ini dilakukan karena dalam perjalanan RMI, ditemukan pesantren yang justru mengembangkan paham radikalisme, terutama di wilayah selatan dan Solo raya,” kunjungannya itu, Gus Rozien juga didampingi Sekretaris RMI Jateng Muhammad Farid Fad, Departemen Media dan Informasi Munawir Aziz; Mukhammad Zulfa dan Hasan Ubaidillah, serta Depertemen Kerja sama Asep Cuwantoro. Mereka juga ditemui, Redaktur Wacana Harian Umum Suara Merdeka, Cocong Arief Priyono. Amir Machmud juga mengakui, Suara Merdeka dalam beberapa tahun ini juga sering diganggu kelompok yang menghegemoni Merdekapun tetap memberi ruang publik yang seimbang dan tidak mungkin memuat paham atau pesantren yang memuat ideologi secara verbal. Tetapi memilih yang berkonteks aktual. SMIkuti berita NU Cilacap Online NUCOM di Google News, jangan lupa untuk follow Penulis & Editor NU Cilacap Online NUCOM Situs Islam Aswaja Nahdlatul Ulama NU, menghadirkan aktivitas berita informasi kegiatan Nahdlatul Ulama Cilacap -termasuk Lembaga dan Badan Otonom NU- secara Online. Terima kasih atas kunjungan Anda semuanya. Silahkan datang kembali.
ayo mondok rmi pbnu