Bacainiid, KEDIRI - Sejak siang Sumirah telah bersiap melakukan ziarah kubur. Usai membersihkan diri dan berganti baju, dia digandeng orang tuanya berjalan menuju makam yang berjarak satu kilometer di Desa Badalpandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Sumirah masih berusia 11 tahun saat itu.
ABUJahal akan dikenang sepanjang masa, bisa jadi sampai Kiamat nanti. Dia adalah tokoh antagonis, musuh bebuyutan Rasulullah SAW sepanjang masa. Abu Jahal mati secara mengenaskan dalam Perang Badar, perang besar pertama kaum muslimin dengan kafir Quraisy . Baca juga: Kisah Mengharukan Ayah dan Anak Berebut Jihad di Perang Badar Sampai kini, kuburan Abu Jahal bersama 69 anggota pasukan kafir
DiKota malang terdapat sebuah pemakaman umum yang terkenal sangat angker yaitu Makam Pepen. letaknya di Jalan Raya Malang - Kepanjen. rusak, cctv tidak bisa onlen, cctv android, jasa cctv di kepanjen, tukang cctv di dampit, ahli pasang cctv, pasang cctv di kediri, jual cctv malang, fungsi cctv adalah, beli cctv dimana, cctv dome, cctv buat
KapolsekPagu, AKP Agus Sudarjanto mengatakan, peristiwa itu bermula korban AB bersama dengan kedua temannya sedang mencari ikan di sungai dusun setempat. Pada saat itu, AB berada di atas grojokan air, sedangkan kedua temannya berada di pinggir sungai. "Diduga korban ini terpeleset ketika mencari ikan.Kejadiannya kemarin," kata AKP Agus Sudarjanto, Kamis (21/7/2022) siang.
MakamWarna-warni Jengglong, Kota Madiun Jauh dari Kesan Angker Makam Warna-warni Jengglong ada di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Minggu, 20 Maret 2022
SkwgQx. Kediri - Di balik nama besar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, tersimpan cerita misteri sebuah makam yang konon dihuni makhluk halus dan terlarang bagi santri untuk atau kuburan Dempul namanya. Lokasinya berada di sebelah utara kawasan Pondok Pesantren Lirboyo. Makam ini tak terawat dan ditumbuhi sejumlah pohon rindang dan rumput Dempul sendiri berasal dari kata dengkul lutut, karena dalam perkembangannya, kuburan dempul juga menjadi lokasi pemakaman mayat tanpa identitas yang sebelumnya disemayamkan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Pemakaman mayat tanpa identitas konon kabarnya dilakukan dengan galian tanah yang sangat dangkal sekitar lutut dengkul orang dewasa Terbukti berdasar pantauan di lokasi, ada beberapa patok kayu dan batu nisan dengan tulisan Mr X atau Mrs X, atau bahkan gundukan tanah makam hanya dengan tanda patok kayu tanpa dan warga di sekitar kompleks Pondok Pesantren Lirboyo sudah paham dengan keangkeran kuburan Dempul. Selama bertahun-tahun kompleks pemakaman di sebelah utara pondok ini menjadi pantangan bagi santri untuk salah seorang Majelis Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri Kiai Haji Oing Abdul Muid Shohib, keangkeran tempat ini tercipta konon karena kuburan Dempul memang menjadi tempat pembuangan jin-jin yang bermukim di area pondok."Jadi konon menurut cerita para sesepuh, tanah Lirboyo dulu dikenal wingit, banyak jin. Oleh Mbah Sholeh Banjarmlati mertua KH Abdul Karim jin-jin itu dipindahkan ke kuburan Dempul dengan perjanjian khusus. Perjanjian khusus itu ada beberapa hal terutama untuk para santri," ucap Gus Muid kepada detikcom, Kamis31/12/2020.Perjanjian khusus tersebut adalah Mbah Sholeh akan memindahkan keberadaan para jin ke sebidang tanah di utara pondok, namun nantinya para jin diberi kesempatan ikut mengaji. Oleh karena itulah dahulu setiap hari Selasa Mbah Sholeh meliburkan aktivitas mengaji di pondoknya untuk mengisi pengajian di kuburan Dempul. Santrinya adalah para jin yang dipindahkan ke kepada para santri Lirboyo, Mbah Sholeh berpesan agar tidak mengusik para jin di lokasi kuburan Dempul."Dulu setiap Selasa Mbah Sholeh selalu berjalan ke utara, ke arah kuburan Dempul, dan selanjutnya para santri dilarang masuk dan berada di sekitar lokasi makam Dempul," pungkas Gus juga video 'Ini 'Kuburan' yang Disiapkan Untuk Korban Mutilasi Rinaldi'[GambasVideo 20detik] iwd/iwd
- Misteri makam usia 117 tahun di Jalan Kutilang, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat Kalbar, akhirnya terkuak. Adalah Sejarawan Pontianak, Syafruddin Usman mengungkap, makam itu adalah makam pasangan suami istri. Tokoh berpengaruh di masanya. Suami bernama Sipan, yakni sosok di balik pemberian nama Kampung Tengah, yang saat ini menjadi Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota. • Sembari Buka Masker, Lucinta Luna Saya Ayluna Putri Minta Maaf pada Teman-teman Artis • Ini Harga Ponsel Terbaru Samsung Februari 2020 Mulai A Series hingga Galaxy Note • Info Gempa Hari Ini Padang Panjang Diguncang Gempa Magnitudo 4,1, Warga Berhamburan Keluar Rumah • INFO PENTING! Ada Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah Februari-Juli Ini • Beredar Video Kedua Siswi SMP Purworejo Dibully, Perekam Diduga Perempuan, Ganjar Telepon Bupati Makam tersebut berada di pinggir parit depan rumah warga dan saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Makam dikelilingi pagar semen sekitar setengah meter berbentuk kotak berukuran sekira 3x1 meter. Di dalamnya ada dua nisan, bermaterial kayu yang sudah lapuk. Mirisnya, ada saja oknum tidak bertanggung jawab membuang sampah ke makam. Syafaruddin Daeng Usman mengatakan, makam tersebut telah ada sejak 1903 silam. Dimana Sipan merupakan orang pertama tinggal di Kampung Tengah, yang saat ini sudah menjadi kelurahan. Uray Sabirin Saleh 75 mengungkapkan, saat ia kecil kerap melintasi Jalan Sipan yang saat ini Jalan Kutilang. Saat itu, ia menceritakan Jalan Sipan atau Kutilang dahulu jalan sangat sepi dan terasa angker. Makam tersebut sudah berada di sana. "Kalau dulu saat saya masih kecil, setiap lewat itu takut-takut. Nisannya itu besar, kelihatannya agak angkerlah. Nisannya ada tulisan Arab-nya, dan itu nisan kayu belian semua," kata Sabirin, Rabu 12/2/2020. "Dulu saya kelas 1 SD tahun 1955 sering lewat sini, setiap hari sekolah pasti lewat sini kecuali libur," tambahnya. Orang Pertama di Kampung Tengah
Makam Boncolono yang ada di kawasan wisata Goa Selomangleng memang terkenal wingit. Berbeda dengan Goa Selomangleng yang hampir selalu ramai pengunjung, cagar budaya ini terkesan sepi dan angker. Peziarah yang datang juga jarang terlihat kecuali orang tertentu pada hari-hari tertentu. Jalur yang dilalui untuk sampai di makam cukup ekstrim. Pengunjung harus meniti 480 anak tangga untuk sampai di makam. Jalan pendakian yang cukup sempit dintara rerimbunan pohon menjadi jalur satu-satunya untuk sampai di puncak bukit Maskumambang. Di situlah letak tiga makam yang diyakini sebagai makam Mbah Boncolono, bersama 2 makam yang lain milik anak buah beliau yaitu Tumenggung Poncolono dan Tumenggung Mojoroto. Papan nama yang dipasang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kediri tertulis makam Mbah Boncolono sebagai seorang sakti mandraguna yang hidup pada masa Kolonial Belanda. Selama hidupnya Mbah Boncolono berprofesi sebagai maling yang mencuri harta orang kaya untuk dibagikan kepada rakyat miskin. Dia dijuluki sebagai Maling Gentiri. Legenda Maling Gentiri memang sudah lama menjadi bagian sejarah yang diyakini oleh masyarakat Kediri. Cerita yang bahkan sampai saat ini masih simpang siur tetap menjadikan Maling Gentiri sebagai pahlawan dari tlatah Jawa. Maling Gentiri dikisahkan sebagai orang yang memiliki ilmu Pancasona. Pemilik ilmu Pancasona dikatakan tidak akan bisa mati kecuali dipenggal kepalanya, dipisahkan dari tubuhnya dan tidak menyentuh tanah. Cerita yang diyakini masyarakat, Maling Gentiri tewas karena dipenggal kepalanya dan bagian tubuhnya dimakamkan secara terpisah. Menurut cerita, kepala Maling Gentiri dikubur di Ringin Sirah. Nama Ringin sirah sendiri dikatakan karena kepala Maling Gentiri dikubur di bawah pohon beringin ringin besar yang berdiri di situ. Sedangkan tubuhnya berada di bukit Maskumambang. Entah kapan jelasnya Mbah Boncolono ini tewas ditangan Belanda, yang jelas cerita Maling Gentiri adalah cerita heroik turun-temurun dari masyarakat yang diyakini benar terjadi pada jaman penjajahan Belanda. Cerita kesaktian Mbah Boncolono sudah terkenal di seantero Jawa. Peziarah datang di waktu-waktu tertentu dengan berbagai tujuan, untuk pesugihan, pedagang yang ingin laris, kenaikan pangkat, perjodohan, hingga kesembuhan dari sakit. Juru kunci makam mengatakan banyak yang kembali dengan keadaan lebih baik setelah melakukan ritual di makam Mbah Boncolono. Menurut juru kunci makam, peziarah memang tidak begitu banyak, tetapi mereka datang dari daerah lain. Selain peziarah, orang-orang yang mengaku kerabat dari Mbah Boncolono juga seringkali datang. Diantaranya keluarga Japto Soelistyo Soerjosoemarno, tokoh Organisasi Pemuda Pancasila. Mereka pula yang membenahi makam juga membangun titian tangga untuk akses menuju makam hingga perbaikan di lokasi makam. Terlihat dari Prasasti yang ada di pintu masuk makam, tertulis bahwa renovasi dilakukan pada tahun 2004 dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Kediri pada hari Junat 10 September 2004. Kompleks makam dinamai dengan Astana Boncolono yang terdiri dari makam Boncolono, Poncolono dan Tumenggung Mojoroto. Jalan yang berada di kaki Gunung Klotok dulunya juga gelap, sepi, dan rawan tindakan kejahatan. Tetapi sekarang jalan itu sudah diperbaiki karena digunakan sebagai markas Brigade Infanteri Mekanis 16/ Wira Yudha. Sejak menjadi wilayah kawasan Brigif, akses jalan di kaki bukit Maskumambang menjadi lebih ramai. Kesan mengerikan menjadi berkurang karena penerangan semakin banyak. Selain itu juga menjadi jalur olahraga seperti jogging, bersepeda, bahkan ada kolam renang hingga wisata bermain anak-anak. Novira Kharisma
Kediri - Makam Dempul di Pondok Pesantren Ponpes Lirboyo, Kediri dikenal memiliki aura mistis di kalangan masyarakat. Makam bersejarah yang berada di area Ponpes terbesar se-Asia Tenggara itu, konon merupakan wilayah terlarang bagi para santri. Namun, di balik keseraman makam tersebut, rupanya di sejumlah tempat berjuluk Kota Tahu itu juga ada yang tak kalah seram. Seperti halnya di bekas Gedung Bioskop Jaya, Dermaga Sungai Brantas hingga makam Karangdoro. Namun, sebelum membahas makam yang terletak di Desa Bulu, Kecamatan Semen, hingga Bioskop Jaya, mari mengulas tentang keangkeran makam Dempul di Ponpes Lirboyo. 1. Makam Dempul Ponpes bersejarah itu didirikan oleh KH. Abdul Karim pada tahun 1910 M. Untuk lokasi makam Dempul berada di sebelah utara kawasan ponpes. Pohon rindang dan rumput liar menambah kesan seram kawasan ini. Nama Dempul berasal dari kata dengkul atau lutut. Karena cara memakamkan jenazah di sini konon dilakukan dengan galian tanah yang dangkal. Mayat-mayat tanpa identitas dari RSUD Gambiran Kota Kediri, misalnya hanya dikubur setinggi lutut orang dewasa. Dalam cerita lain, kawasan makam Dempul merupakan pembuangan jin-jin yang bermukim di kawasan Ponpes. Bisa dibayangkan keangkeran makam Dempul ini. 2. Makam Karangdoro Makam itu berlokasi di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Dari cerita masyarakat, penampakan hantu wanita cantik hingga ular besar kerap menghantui warga sekitar. Tempat ini sebenarnya jauh dari kesan angker. Makam terlihat bersih dan terbuka, tepat di pinggir jalan desa. Tapi, menurut Sakroni, Ketua RT 03, RW 04 Dusun Karangdoro, hantu-hantu di makam Karangdoro menjelma dengan berbagai wujud. Penampakan itu pernah menimpa putrinya yang mengaku melihat penampakan wanita cantik di kuburan tersebut. Masih menurut Sakroni, juga pernah terjadi kecelakaan yang dialami warga tetangga desa. Korban bercerita melihat ular besar melintas di tengah jalan. Bermaksud menghindar, ia justru terjatuh bersama anaknya. Istri Sakroni, Nur Hayati punya cerita tak kalah seram. Seorang pedagang sayur disebutnya tertipu pembeli yang ternyata hantu. Selain cerita-cerita tersebut, Sakroni juga punya cerita menarik tentang pesugihan Siti Juariyah. Konon, Siti Juariyah adalah hantu manusia berbadan juga Pedagang Sapi Kurban di Kediri Tawarkan Garansi, Buruan Beli Salah satunya seorang dari Jawa Tengah yang mengaku memiliki banyak utang. Dia datang dengan seorang santri ke kuburan itu. Setelah masuk ke makam Karangdoro kemudian mereka menghilang bak ke alam lain. Masyarakat desa yang mengantar pun kaget. 3. Dermaga Sungai Brantas Tak kalah dengan dua makam di atas, Dermaga Sungai Brantas juga dikenal sangat menyeramkan. Kesaksian itu seperti diceritakan Novira, perempuan di Kediri yang dikenal sebagai indigo. Menurutnya, di sungai itu banyak sosok menyeramkan. Ceritanya, ada seorang perempuan ditemukan mati bunuh diri. Dalam suatu kesempatan, Novira melihat bayangan perempuan tengah duduk. Di lehernya terikat seutas tali. "Seperti orang sedang menyesal, karena ceritanya memang perempuan yang bunuh diri di sini itu karena percintaan," ulas Novira. Energi negatif juga dirasakannya di pohon bawah Dermaga Sungai Brantas. Di sana terdapat sosok yang lebih menyeramkan. 4. Gedung Bioskop JayaBaca juga Timsel Bawaslu Zona 6 Jatim Perpanjang Pendaftaran, Kurang Perempuan Nah, untuk tempat angker lainnya, disebut Novira ada di bekas Gedung Bioskop Jaya. Lokasinya berada di depan gedung Satuan Lalu Lintas Satlantas Polres Kediri Kota, Jalan Brawijaya. Gedung itu dikatakan sudah lama tak bertuan. Terakhir, bioskop ini berjaya sebelum tahun 80-an. Saat ini, gedung tersebut banyak dihuni makhluk astral menyeramkan. Apalagi di ruangan loket. "Bentuknya tidak utuh, banyak juga yang datang dari tempat seberang. Mungkin korban-korban kecelakaan," tutur Novira. Energi negatif di bekas gedung Bioskop ini, menurutnya bahkan ada sejak bioskop masih aktif, karena perilaku para penontonnya. Diketahui bioskop ini kerap memutar film vulgar. Cerita mistis soal gedung ini juga diungkap Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, Agus Dwiratmoko. Katanya, di gedung yang akan dimanfaatkan oleh Satpol PP itu sering kali dijumpai hal-hal gaib. "Dulu pas masih ada temen-temen jaga, itu sering ada denger orang mandi, ada suara nangis," ungkap Agus. Saat ini gedung tua itu tidak lagi dijaga. Namun sudah mulai diperbaiki di bagian depannya. Tahun depan, rencananya akan mulai digunakan oleh Satpol PP Kota Kediri. URL
makam angker di kediri