tatacara ibadah Kristen Protestan (GMIM) Ini adalah salah satu contoh tata cara ibadah menurut iman Kristen Protestan (GMIM), jika ada salah eja harap dipahami. Lagu pembukaan (sambil menunggu pemimpin ibadah mempersiapkan diri) Mc : kita menyanyi dari kidung jemaat no 7 "YA TUHAN, KAMI PUJI NAMAMU BESAR". PENTAHBISAN / jemaat berdiri.
GembalaSidang GBI PELITA Medan.Pdt. dr Suheri P Gultom MA. M. KesJadwal Ibadah GBI PELITA Medan.--Sesi :08.00 s/d Selesai10.30 s/d Selesai13.30 s/d Selesai
SERIKHOTBAH KISAH PARA RASUL PASAL 9-18. Pdt.Budi Asali, M.Div. Kisah Para Rasul 9:1-31. Catatan: Paulus menceritakan pertobatannya ini dalam Kis 22:1-21 dan Kis 26:12-23. Dengan membandingkan Kis 9 ini dengan Kis 22 dan Kis 26, maka kita akan mendapat gambaran / cerita yang lebih lengkap tentang pertobatan-nya.
Kumpulankhotbah pendeta Bigman Sirait, menyajikan naskah khotbah populer,podcast, artikel, dalam prespektif kristiani, menyuarakan kebenaran keadilan Khotbah Populer Pendeta Bigman Sirait: Pondasi Kokoh Keluarga Part 1
Berikutbeberapa cara menyelesaikan masalah dalam keluarga yang kita perlukan, yaitu: 1. Jangan hanya ingin didengarkan, tetapi mau mendengarkan pasangan. Langkah pertama dan paling mendasar dalam upaya mengatasi masalah dalam keluarga adalah mendengarkan dengan baik berbagai problem maupun berbagai hal yang dinilai kurang "sreg" di hati pasangan.
HVTO3. 0% found this document useful 0 votes75 views4 pagesOriginal TitleTATA IBADAH RUKUN KELUARGACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes75 views4 pagesTata Ibadah Rukun KeluargaOriginal TitleTATA IBADAH RUKUN KELUARGAJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Intisari khutbah Jum’at, 3 Maret 2006 M / 3 Shaffar 1427 H Oleh Zulkifli Rahman, Setiap orang yang berumah tangga siapapun orangnya pasti menginginkan rumah tangganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Inilah inti do’a yang diaminkan segenap undangan ketika juru do’a memimpin do’anya pada setiap walimatul ursy saat pesta perkawinan. Keluarga sakinah merupakan langkah awal untuk menyongsong kehidupan abadi, yaitu kehidupan surgawi di akhirat yang sakinah, hanya disediakan untuk orang-orang yang berjiwa sakinah dan hidup dengan sakinah. Allah SWT menggambarkan dalam Al-Qur’an يَآأَيَّتُهَاالنَّفْسُ إِلَىرَبِّكِ رَاضِيَةً جَنَّتِي , artinya “Wahai jiwa yang tenteram. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi. Lalu masuklah ke dalam kelompok hamba-hambaku yang shaleh dan masuklah ke dalam surga Ku” QS. 89 Al-Fajr 27-30. Keluarga sakinah merupakan langkah awal membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang sakinah. Rumah tangga merupakan unit terkecil dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kondisi rumah tangga. Karena itu rumah tangga yang rusak akan menyebabkan bangsa dan negara rusak/kacau dan terpuruk. Sebaliknya rumah tangga sakinah akan membawa kehidupan berbangsa dan bernegara yang sakinah. Allah mengisyaratkan dalam surat 90 Al-Balad 1-3 artinya “Tidak begitu, Perhatikanlah negeri ini, sedang engkau sendiri bertempat tinggal di negeri ini, dan juga Bapak beserta Anak”.Keluarga sakinah bertujuan mendapatkan keturunan/generasi yang ideal; beriman, bertaqwa, cerdas, berakhlak karimah dan قُرَّةُ اَعْيُنْ, sebagaimana do’a yang diajarkan Allah رَبَّنَاهَبْ لَنَامِنْ أَزْوَاجِنَاوَذُرِّيَّاتِنَاقُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَالِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا , artinya “Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami dari pasangan-pasangan kami dan anak cucu kami sebagai penyejuk mata dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa” QS. 25Al-Furqon 74. Generasi seperti tersebut dalam ayat do’a di atas bertumbuh kembang dari keluarga sakinah. Generasi seperti itulah yang kini sedang kita dambakan dalam rangka mengantisipasi KRISIS DEMORALISASI yang sedang melanda masyarakat kita, terutama di kalangan generasi muda kita. Banyak berita-berita setiap hari tentang adanya masalah-masalah yang actual, yang memang disebabkan dari akibat pengaruh-pengaruh adanya PORNOGRAFI dan PORNOAKSI, bahkan konon akan terbit di Indonesia majalah PLAYBOY, kemudian adanya korban-korban NARKOBA dan lain sebagainya. Memang ada tangan-tangan jahil yang bermaksud jahat untuk meruntuhkan bangunan Islam, dimulai dengan menghancurkan generasi muda/generasi pewaris. Bagaimana usaha-usaha kita, apa dibiarkan saja RUSAK dan HANCUR, generasi ini sementara menanti dan menanti RUU Anti Pornografi / Pornoaksi saja belum juga disyahkan. Menurut Harian Republika kemarin tanggal. 2/3-06 hal. 5 bahwa RUU APP tersebut mengalami deadlock dan diduga ada kepentingan KAPITALIS GLOBAL yang mencoba menggagalkan penyusunan RUU-APP lewat perpanjangan tangannya di Indonesia. Sebagai muslim tentu kita telusuri ajaran Islam yaitu back to basic. Karena itu untuk menciptakan keluarga sakinah itu, perlu beberapa hal sejak awal-awalnya demi menuju بَيْتِىجَنَّتِى , kata Nabi “Rumahku Surgaku” yaitu antara lain I Harus ada kesamaan aqidah suami – isteri. Oleh karena itu faktor niat untuk menikah dan memilih pasangan harus didahulukan niat ibadah dan karena agama, sebab yang seagama, Insya Allah akan selamat, lihat II Seluruh anggota keluarga harus berakhlakul karimah, terutama dalam hal berkata-kata yang benar. Karena besar sekali dampaknya dalam kehidupan berrumah tangga. Allah berfirman, artinya “Dan berkata-katalah dengan baik / tepat. Niscaya Allah akan memperbaiki perilakumu yang sangat bermanfaat bagi kamu dan Allah mengampuni dosa-dosa kamu…” QS. 33 Al-Ahzab 70 – 71 III Harus ada kemauan memahami dan mengamalkan syari’at Islam, terutama tentang batasan HALAL dan HARAM. Dengan demikian seluruh aktivitas yang dilakukan oleh anggota keluarga, baik di dalam maupun di luar rumah, ketika bekerja maupun sedang istirahat, ketika beribadah maupun sedang bermain-main, tidak ada yang menyimpang dari riil syari’ah. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW اِذَااَرَادَاللهُ اَهْلَ بَيْتٍ خَيْرًافَقَّهَهُمْ ِفىالدِّيْنِ , artinya “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada Pembina Rumah Tangga, maka Allah akan memberikan pemahaman tentang agama kepada mereka” HR. Bukhari. IV Harus ada saling pengertian. Setiap Manusia tidak luput dari kekurangan. Demi keharmonisan Rumah Tangga, kekurangan itu harus dieliminasi dan diantisipasi sejak dini dengan menumbuhkan saling pengertian, terutama antara suami isteri. Hal ini diisyaratkan Allah dalam Surat Al-Baqarah 228, artinya “Perempuan isteri mempunyai hak seimbang dengan kewajiban-kewajiban atas mereka dengan cara-cara yang baik”. V Harus ada kepemimpinan dan ketaatan kepada pimpinan. Dalam hal ini kepemimpinan dibebankan kepada laki-laki suami, sedangkan isteri harus patuh. Namun semuanya harus dalam batas-batas alal birri wat taqwâ. Allah SWT berfirman dalam Surat ke-4, An-Nisa ayat 34, artinya “Laki-laki suami adalah pengurus atas perempuan isteri, lantaran Allah telah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain, dan lantaran suami harus menafkahkan isteri dari harta-harta mereka. Maka isteri-isteri yang sholihah adalah isteri-isteri yang patuh dan menjaga diri ketika suami tidak berada di rumah dengan aturan yang telah ditetapkan Allah”.Demikianlah khutbah singkat ini, semoga Allah menjadikan kita mampu membangun Rumah Tangga kita sakinah untuk menuju “rumahku surgaku”. Amin. Filed under Tak Berkategori
khotbah natal rukun keluarga